“Ini yang bikin editnya nggak ketawa?”, celetuk seorang penonton di depan saya dikala menyaksikan titik puncak Sajen, yang menandai kembalinya sutradara Hanny R. Saputra ( Heart, Mirror ) sehabis tiga tahun bolos pasca menggarap Dejavu: Ajian Puter Giling . Memasuki sepertiga final durasi, tepatnya ketika elemen horor yang jadi jualan utama mulai mendominasi, saya, dan tampaknya secara umum dikuasai penonton, sudah mengalah menganggap serius film ini. Kami hanya dapat tertawa melihat lemparan kotak pensil Minati Atmanegara ke arah hantu yang merangkak dari televisi layaknya Sadako, atau Rachel Amanda selaku pustakawan yang lebih sering membagikan tisu ketimbang mengurus buku. Padahal, naskah buatan Haqi Achmad ( Ada Cinta di SMA, Meet Me After Sunset ) menyenggol pokok bahasan serius berupa bullying di lingkungan sekolah. Sekolah Menengan Atas Pelita Bangsa namanya. Sebuah sekolah swasta elit nan unggulan yang anehnya mau mempekerjakan penjaga sekolah berpenampilan ala dukun y...
Dinaspoker Agen Judi Online Terbaik Dan Terpercaya di Indonesia minimal depo 10rb, BBM - 2B42F9DC, SMS/WA - +85517911898/+6285376746447